Dalam pembangunan perekonomian nasional, sektor properti memiliki peran penting. Sektor ini sama strategisnya dengan sektor-sektor lain sepserti pertanian, industri, perdagangan, jasa dan lain-lain. Properti dengan titik berat di bidang pembangunan perumahan dan konstruksi merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan efek berantai (multiplier effect) cukup panjang. Karena itu, sektor properti  punya dampak besar untuk menarik dan mendorong perkembangan sektor-sektor lainnya.

Tahun 2013, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia membuat publikasi yang menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 175 produk industri yang terkait dengan sektor properti. Beberapa contohnya, produk industri baja, aluminium, pipa, semen, keramik, cat, peralatan rumah tangga, alat kelistrikan, home appliances, dan sebagainya. Keterlibatan banyak pihak ini merupakan suatu hal yang menakjubkan mengingat saling keterkaitan satu dengan lainnya cukup tinggi dan saling melengkapi.

Bisnis properti menurut data REI Indonesia, diperkirakan meningkat sebanyak 5,1% setiap tahunnya. Angka tersebut dipandang lebih baik dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,92% menjadikan properti menjadi sektor yang ajeg dan potensial untuk terus tumbuh.

Keterlibatan ratusan subsektor lain dalam mengokohkan sektor properti sesungguhnya merupakan ceruk potensial bagi berkembangnya bisnis media khususnya televisi. Kebutuhan akan iklan pada setiap sub sektor tersebut menjadi sangat tinggi. Menurut survei AC-Nielsen total belanja iklan televisi secara nasional mencapai lebih dari 118 Trilyun/Tahun dan properti merupakan salah satu dari 10 besar kategori pengiklan di televisi.

Dengan ruang siar yang lebih lega karena mengkhususkan diri pada bidang properti, keberadaan RUMAH.TV diproyeksikan akan menjadi primadona baru alternatif media promosi dan informasi produk properti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.